Ads 468x60px

Membangun Hubungan Baik Antara Perusahaan dengan Masyarakat


              



          Community relation adalah berbagai cara yang digunakan oleh perusahaan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan dengan komunitas-komunitasnya di tempat mereka menjalankan atau yang terkait dengan kegiatan perusahaan tersebut.Sedangkan development berarti pertumbuhan,kemajuan,atau bisa juga berarti perubahan.Jadi,dapat dikatakan bahwa CRD adalah usaha yang dilakukan sebuah perusahaan untuk membangun hubungan baik dengan komunitas yang terkait dengan kegiatannya agar dapat menguntungkan perusahaan dengan memajukan,memberdayakan,serta memberi perubahan ke arah yang lebih baik kepada komunitas-komunitas tersebut.

            Community development yang efektif,dapat tercapai apabila dilakukan dalam jangka waktu yang panjang,direncanakan dengan baik,didukung oleh anggota komunitas,serta memberikan manfaat bagi komunitas.Hasil akhir yang ingin dicapai oleh adanya community development ini tidak lain adalah peningkatan kualitas hidup bagi komunitas yang dituju.

            Lalu,dalam menjalankan strategi-strategi membangun hubungan ini haruslah ditujukan kepada empat hal,yaitu kepada lingkungan,kepada pelanggan,kepada karyawan,dan kepada investor.Strategi kepada lingkungan,misalnya dengan menanggulangi pencemaran,apakah pencemaran air,tanah,maupun udara.Lalu,kepada pelanggan misalnya,dengan menunaikan hak-hak mereka yang ada di dalam undang-undang dengan baik.Kepada karyawan,bisa dilakukan cara dengan memberikan rasa keamanan dan kenyamanan saat bekerja,memberikan jaminan sosial,jaminan kesehatan serta dihargai di dalam perusahaan.Terakhir kepada investor,dapat dilakukan strategi memberikan dividen yang memuaskan kepada mereka.

         Selanjutnya,dalam menjalankan bisnis atau usaha suatu perusahaan sepatutnya menggunakan cara-cara yang etis.Apakah terhadap karyawannya,organisasi,atau agen-agen ekonomi yang lain.Namun yang menjadi pertanyaan,apakah etis atau tidaknya kegiatan bisnis suatu perusahaan berlaku secara universal?Ada yang mengatakan untuk aturan-aturan standar atau umum semua perusahaan memiliki hal yang sama.Namun,jika dilihat dari budaya perusahaan maka hal tersebut menjadi relatif.Setiap daerah di tempat perusahaan-perusahaan melakukan kegiatannya pasti memiliki nilai-nilai yang berbeda,apakah kepercayaan agamanya,tradisi sejarahnya,adat istiadatnya,serta ideologi politik dan ekonominya.Sehingga,dalam tingkat yang lebih tinggi,cara-cara perusahaan menjalankan kegiatannya harus disesuaikan dengan hal-hal tersebut.

            Strategi CSR memiliki tiga tingkatan nilai,ada yang hanya sebatas sumbangan dana atau donasi dari perusahaan,adanya sebagai manajemen resiko yang dilakukan untuk mencegah resiko-resiko yang mungkin terjadi di masa depan atau menanggulangi resiko atau krisis yang sudah terjadi,dan tingkatan yang paling tinggi adalah sebagai penciptaan nilai yang memberdayakan serta memajukan komunitas-komunitas yang dituju dalam berbagai aspek.Ketiga tingkatan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri dan dilakukan berdasarkan tujuan-tujuan berbeda oleh perusahaan.Namun,jika ingin tercipta hubungan yang kuat dengan komunitas-komunitasnya,maka haruslah digunakan strategi penciptaan nilai.Strategi ini selain berjangka panjang juga dapat membentuk komunitas yang loyal dan mendukung setiap kegiatan yang dijalankan perusahaan.Walaupun dana yang harus dikeluarkan lebih besar daripada dua tingkatan strategi lainnya,namun hasil yang akan diperoleh akan sama atau bahkan lebih besar dari investasi yang dikeluarkan. 

            Lalu,bagaimana menyusun sebuah program CSR dengan baik?ada langkah-langkah yang harus ditempuh guna membentuk sebuah program yang efektif.Pertama,haruslah diketahui apa masalah yang harus dibenahi.Kedua,tentukan positioning program serta sumber daya apa saja yang digunakan untuk menjalankannya.Ketiga,tentukan siapa atau komunitas mana yang akan menjadi target dari program tersebut.Keempat,atur goal dan objectives yang ingin dicapai melalui program ini.Kelima,rencanakan strategi dan taktik yang ingin digunakan untuk memuluskan jalannya program ini.Keenam,tentukan jangka waktu pelaksanaan program dan jumlah dana yang dianggarkan.Terakhir,selama atau setelah program berjalan,dilakukan pengukuran seberapa berhasilkah program tersebut dari goal dan objective yang telah ditentukan serta melakukan analisis hal-hal apa saja yang menghambat atau kelemahan-kelemahan program tersebut untuk diperbaiki atau dihindari di masa depan.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...